Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

Gubernur NTB Dorong Pengelolaan TNGR Lebih Inklusif

 Pemprov Siap Berkolaborasi dengan Balai TNGR dan Masyarakat

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. L. Muhamad Iqbal, saat menerima audiensi Kepala Balai TNGR Budhy Kurniawan, General Manager Geopark Rinjani Qwadru P. Wicaksono, serta jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan di ruang kerja, Senin (23/2).

MATARAM, NTBPOST.COM — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. L. Muhamad Iqbal, menegaskan keinginan pemerintah provinsi agar pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) lebih inklusif dengan melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat.

Hal itu disampaikan Gubernur saat menerima audiensi Kepala Balai TNGR Budhy Kurniawan, General Manager Geopark Rinjani Qwadru P. Wicaksono, serta jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan di ruang kerja, Senin (23/2).

“Apapun yang terjadi dalam pengelolaan Gunung Rinjani, kami (pemerintah provinsi) adalah pihak pertama yang menghadapi situasi itu. Karena itu, TNGR tidak akan mampu menghadapi sendiri semua masalah,” tegas Gubernur.

Pentingnya Kolaborasi

Iqbal menilai pengelolaan TNGR selama ini belum maksimal berkoordinasi dengan Pemprov, Pemkab Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, maupun masyarakat. Ia menekankan perlunya pola kerjasama yang sesuai karakteristik lokal.

Sebagai contoh, saat terjadi kecelakaan wisatawan beberapa waktu lalu, inisiatif vertical rescue yang digagas Pemprov NTB bersama stakeholder menjadi bukti pentingnya sinergi antara TNGR, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Selain aspek keamanan pendakian, Gubernur juga menyoroti konservasi sampah, potensi desa penyangga, infrastruktur pendukung, serta wisata pendakian sebagai sumber pendapatan.

“Saya mendorong kalau perlu tiket pendakian dibuat mahal, bersertifikat, dan berasuransi khusus bagi pendaki mancanegara. Bukan mass tourism, tapi manfaat ekonominya harus kembali ke masyarakat sekitar melalui badan layanan usaha daerah,” ujarnya.

Rinjani sebagai Simbol Kehidupan

Menutup arahannya, Gubernur mengingatkan bahwa Gunung Rinjani adalah simbol kehidupan masyarakat NTB. Ia mendorong TNGR segera berinovasi dalam tata kelola lingkungan dan pariwisata.

“Perlu dilakukan konferensi pers dengan media, termasuk internasional, untuk menyampaikan perubahan yang sudah kita lakukan. Kesalahan terbesar kita kemarin adalah promosinya trekking, bukan mountaineering, sehingga orang menganggap Rinjani seperti bukit Teletubbies,” tambahnya.

Program TNGR 2026

Dalam pertemuan tersebut, pihak TNGR memaparkan sejumlah program pemberdayaan dan konservasi tahun ini, antara lain penguatan potensi desa penyangga, sistem pengelolaan sampah, fasilitas keamanan, serta pengembangan merchandise dan souvenir khas wisata dan geopark.

Kepala Balai TNGR, Budhy Kurniawan, menyebutkan rencana pembukaan jalur pendakian akan dilakukan pada 28 Maret mendatang. (NTBPost/Red.)

Komentar0

Type above and press Enter to search.