Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

Dinas Kesehatan Loteng Minta Pengelola SPPG Lebih Selektif dan Teliti Sajikan MBG



Lombok Tengah, NTBPost.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menegaskan sangat selektif dalam menerbitkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengingat sertifikat tersebut berkaitan langsung dengan keamanan makanan yang dikonsumsi penerima manfaat, khususnya para siswa untuk menghindari hal yang tak diinginkan. 


Kepala Dinas Kesehatan Loteng, Dr. Suardi, mengatakan sebelum SLHS diterbitkan, petugas terlebih dahulu melakukan inspeksi lingkungan secara menyeluruh terhadap SPPG.


“Kami memeriksa kualitas air yang digunakan, memastikan ada atau tidaknya instalasi pengolahan air limbah (IPAL), apakah air mengalir dengan baik, serta mengecek kebersihan dan sterilisasi alat-alat yang digunakan,” kata Suardi kepada media, Selasa (10/2).


Ia menjelaskan, hingga saat ini terdapat sekitar 121 SPPG yang telah beroperasi sejak tahun 2025 dan seluruhnya telah mengantongi SLHS. Salah satu syarat utama penerbitan SLHS tersebut adalah kepemilikan sertifikat penjamah makanan.


“Itu menjadi syarat dikeluarkannya SLHS. Para pengelola dan petugas sudah dilatih terkait cara memilih bahan makanan yang baik serta proses penyajian yang aman,” imbuhnya.


Suardi mengungkapkan, dari 121 SPPG yang beroperasi sejak 2025, hanya satu SPPG yang sempat mengalami dugaan kasus keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yakni di Kecamatan Pringgarata. Dalam kejadian tersebut, lima siswa mengalami gejala, namun empat di antaranya telah ditangani dan kondisinya cepat pulih.


Sementara itu, pada akhir Januari 2026, tercatat sebanyak 39 kasus gangguan kesehatan yang berasal dari SPPG. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), ditemukan bakteri Bacillus cereus dan Streptococcus yang menyebabkan keluhan sakit perut dan mual.


“Kasus di SPPG Desa Damaji misalnya, terjadi karena penyajian susu yang sudah kedaluwarsa. Ini murni kesalahan pengelola karena tidak melakukan pengecekan terlebih dahulu,” jelasnya.


Meski demikian, pihaknya terus mengimbau seluruh pengelola SPPG agar tetap waspada dan teliti dalam pemilihan bahan baku makanan. Selain itu, kualitas air yang digunakan juga harus dipastikan bersih dan steril.


“Untuk susu harus benar-benar diperiksa agar tidak menyajikan yang sudah kedaluwarsa. Buah juga jangan sampai disajikan dalam kondisi busuk. Petugas gizi harus betul-betul teliti,” pungkasnya.

Komentar0

Type above and press Enter to search.