Pencarian Lima Hari, Jarak 60 Nautical Mile, dan Apresiasi Tim Gabungan
![]() |
| Tim SAR saat mengevakuasi jasad korban menuju ambulans. Foto: Istimewa |
SUMBAWA, NTBPOST.COM — Korban balita hanyut saat bermain hujan di Selong, M. Azril Filah Busairi (4), asal Karang Sukun, Kelurahan Selong, Lombok Timur, resmi akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Pada, Sabtu (28/02).
Jasad korban ditemukan warga di pesisir Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa, setelah terbawa arus sejauh 60 Nautical Mile (NM) dari muara Sungai Selong.
Korban sebelumnya dilaporkan hanyut terseret arus drainase di depan SDN 1 Selong pada Selasa, (24/02). Pencarian intensif selama lima hari akhirnya membuahkan hasil berkat laporan warga setempat.
“Kami mengonfirmasi bahwa jasad yang ditemukan di Pulau Moyo adalah korban yang hanyut di Selong. Jarak penemuan memang cukup jauh, sekitar 60 NM dari muara sungai. Dengan ditemukannya korban dan diserahterimakan kepada pihak keluarga, maka Operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup,” ujar M. Darwis, Koordinator Pos SAR Kayangan, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi.
Titik terang keberadaan korban muncul pada Jumat, (27/02) sekitar pukul 14.00 WITA. Warga Pulau Moyo menemukan jasad balita tersangkut di akar bakau dengan ciri mengenakan kaos biru. Setelah verifikasi keluarga, dipastikan jasad tersebut adalah Azril.
Pada Sabtu pagi, Tim SAR Gabungan bersama Tim Inafis Polres Sumbawa mendampingi keluarga menuju lokasi penemuan. Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah sakit di Sumbawa untuk prosedur medis dan identifikasi final sebelum diserahkan kepada keluarga pukul 12.00 WITA.
Darwis menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Pos SAR Kayangan, Pos SAR Sumbawa, Polres Sumbawa, Polres Selong, Unit SAR Lombok Timur, Damkarmat Lotim, Babinsa Selong, Bhabinkamtibmas Selong, Kompi 3 Yon B Brimob Polda NTB, BPBD, hingga warga Desa Sebotok yang berperan aktif dalam proses evakuasi. (NTBPost/Red.)

Komentar0