| Unjuk rasa di depan kantor Bupati Lombok Timur. Foto: Rz. |
Penyataan itu ditegaskan orator aksi secara bergantian di depan Polres Lotim saat melakukan aksi jilid 2.
" Hari ini kami tegaskan Bupati Lotim pengecut tidak berani terima kami dalam aksi," tegas orator aksi,M.Kadir dengan suara lantang. Kamis (23/1)
Para massa aksi juga sangat menyangkan sekali justru menggunakan oknum preman bersama aparat untuk melawan kami.Sehingga apa yang terjadi kawan kami menjadi korban.
" Kami datang baik-baik menyuarakan aspirasi dan ingin ketemu Bupati tapi justru kami dihadapkan dengan preman dan aparat," ujarnya.
Aksi di depan Mapolres Lotim itu juga dijadikan moment yang sangat bagus bagi massa aksi untuk menyerahkan laporan ke Kapolres Lotim AKBP I Komang Sarjana,Sik atas insiden kasus pemukulan dan premanisme yang terjadi saat aksi jilid pertama.
"Kami minta Kapolres serius tangani kasus yang kami laporkan itu," pintanya.
Setelah aksi diterima Kapolres Lotim, mereka kemudian melanjutkan aksi ke kantor Bupati Lotim untuk menyampaikan tuntutan atas aksi yang dilaksanakan. (NTBPost/Rz.)
Komentar0