Gubernur Minta Evaluasi Menyeluruh, Keselamatan Penerima Manfaat Jadi Prioritas
| Juru Bicara Pemprov NTB dan Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB,Dr. H. Ahsanul Khalik |
MATARAM, NTBPOST.COM – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengingatkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar menjadikan keamanan pangan sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga kini tercatat 632 SPPG telah beroperasi di NTB.
Dalam keterangannya, Gubernur menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap bahan pangan menyusul laporan adanya kejadian luar biasa keracunan di salah satu kabupaten. Ia meminta agar kelalaian serupa tidak terulang.
"Saya menerima laporan adanya Kejadian Luar Biasa keracunan di salah satu kabupaten yang diduga disebabkan susu kedaluwarsa. Temuan susu kedaluwarsa juga dilaporkan ada di kabupaten lainnya. Ini tidak boleh terulang," tegas Miq Iqbal melalui Juru Bicara Pemprov NTB Dr. H. Ahsanul Khalik yang juga Kepala Dinas Kominfotik NTB.
Gubernur menekankan evaluasi tidak hanya pada bahan pangan, tetapi harus menyeluruh terhadap seluruh aspek operasional SPPG. Hal itu mencakup kedisiplinan pelaksana, kualitas juru masak, hingga proses pembelian bahan pangan. Pemeriksaan juga harus memastikan tidak ada kelalaian dalam pemilihan bahan baku, termasuk kemungkinan penggunaan bahan kedaluwarsa, serta menjamin semua tahapan berjalan sesuai standar mulai dari pembersihan, memasak, pengemasan, hingga distribusi.
Selain itu, Miq Iqbal meminta peningkatan standar sanitasi secara serius. Langkah tersebut meliputi sterilisasi alat makan, perbaikan kualitas air, serta penataan alur limbah agar tidak menimbulkan kontaminasi silang. Ia menegaskan Dinas Kesehatan provinsi maupun kabupaten/kota bersama perangkat daerah terkait harus melakukan pengawasan dan pembinaan secara rutin dan tegas.
"MBG adalah program prioritas pemerintah. Kita tidak menginginkan ada kejadian lagi ke depan karena yang paling utama adalah keselamatan penerima manfaat," tegasnya.
Progres MBG
Pemprov NTB melaporkan progres MBG per Minggu (18/1) menunjukkan capaian signifikan. Dari sisi layanan, 632 SPPG yang operasional terdiri dari 622 SPPG Mitra, 5 SPPG Pondok Pesantren, 4 SPPG Polri, dan 1 SPPG TNI AU.
Hingga 18 Januari 2026, total penerima manfaat MBG di NTB mencapai sekitar 1,88 juta jiwa. Jumlah tersebut mencakup balita 194.597, ibu hamil 31.300, ibu menyusui 71.835, PAUD 86.750, TK 114.173, SD kelas 1–3 sebanyak 274.022, SD kelas 4–6 sebanyak 261.506, SMP 180.332, MTs 119.151, SMA 120.380, SMK 78.605, MA 71.411, serta pondok pesantren 6.090 jiwa.
Program ini juga menyerap 29.605 tenaga kerja lokal dan melibatkan 2.490 supplier. Rinciannya terdiri dari 1.291 UMKM, 84 koperasi, 16 BUMDes, 1.094 supplier lainnya, serta 5 Koperasi Desa Merah Putih. Ekosistem ekonomi lokal ikut tumbuh bersama layanan gizi. (NTBPOST/red.)

Komentar0