Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

Pemprov NTB dan Pemkab Lobar Tangani Cepat Dampak Banjir Sekotong Bantuan Logistik dan Tim Kesehatan Dikerahkan

Lombok Barat, NTBPost.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bergerak cepat menangani dampak banjir yang terjadi di Kecamatan Sekotong pada Jum'at (09/11) lalu, dengan mengirimkan bantuan logistik dan tim kesehatan.

Dr. H. Ahsanul Khalik, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, menyampaikan bahwa hasil Rapid Health Assessment sektor kesehatan memastikan tidak ditemukan korban yang membutuhkan layanan medis darurat.

“Tim kesehatan telah melakukan intervensi penjernihan air menggunakan kaporit di beberapa titik sumber air bersih warga yang terindikasi tercemar,” jelasnya. Minggu, (11/01).

Ia menambahkan, langkah antisipasi penyakit pascabanjir juga sudah dilakukan dengan menyiagakan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak.

“Surveilans epidemiologi kami aktifkan untuk mengantisipasi penyakit seperti diare, ISPA, leptospirosis, dan DBD,” katanya.

Kebutuhan dasar warga berupa pangan dan sandang telah dipenuhi melalui kolaborasi Dinas Sosial dan BPBD tingkat kabupaten maupun provinsi. Penanganan di lapangan melibatkan aparat desa, masyarakat setempat, TNI/Polri, BPBD, dan TAGANA dengan koordinasi lintas sektor yang berkelanjutan.

“Kami pastikan kebutuhan dasar warga seperti pangan dan sandang sudah terpenuhi melalui kerja sama lintas sektor,” ujar Ahsanul Khalik.

Dalam beberapa hari ke depan, pemerintah akan memprioritaskan normalisasi sungai, perbaikan jembatan penghubung antar dusun di Desa Taman Baru, serta penyaluran paket kebersihan (hygiene kit) dan perlengkapan tidur bagi warga terdampak.

“Normalisasi sungai dan perbaikan jembatan menjadi fokus utama agar aktivitas warga bisa kembali normal,” tegasnya.

Banjir yang terjadi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi selama kurang lebih satu jam tersebut berdampak pada 241 kepala keluarga (KK) di dua desa. Berdasarkan laporan PUSDALOPS-PB, wilayah terdampak meliputi Desa Taman Baru dengan Dusun Eat Pace 118 KK, Repok Gapuk 25 KK, Taman Sejati 48 KK, Kelep Tengah RT 01 sebanyak 15 KK, serta Desa Pesisir Mas dengan Dusun Raji Mas 20 KK dan Tembowong 15 KK. Genangan air sempat masuk ke rumah warga, mengganggu aktivitas masyarakat, serta menyisakan lumpur di sejumlah jalan dusun.

Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk terus melakukan pemulihan pascabanjir secara menyeluruh, dengan fokus pada kesehatan, infrastruktur, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga.(NTBPost/red.)


Komentar0

Type above and press Enter to search.