Produksi padi NTB capai 1,69 juta ton GKG, ditopang peningkatan luas panen dan produktivitas
![]() |
| DR.H. Lalu Muhammad Iqbal, M. Hub. Int, dan Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP Gubernur dan Wakil Gubernur NTB saat panenraya padi. |
MATARAM, NTBPOST.COM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan dan swasembada pangan daerah sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional. Pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 09.00 WITA.
Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik bersama Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Hj. Eva Dewiyani, S.P., menyampaikan tren capaian positif di Provinsi NTB. Berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi NTB tahun 2025 mencapai 1.698.283 ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 16,85% dibandingkan tahun 2024 sebesar 1.453.408 ton GKG.
Peningkatan ini ditopang oleh naiknya luas panen dari 281.718 hektare pada tahun 2024 menjadi 322.927 hektare pada tahun 2025, serta produktivitas padi yang meningkat dari 51,59 kuintal/hektare menjadi 52,59 kuintal/hektare.
Secara rinci, capaian produksi padi tahun 2025 di NTB berdasarkan KSA BPS tercatat:
- Lombok Tengah: luas panen 78.639 Ha, produksi 421.941 ton GKG, produktivitas 53,66 Ku/Ha
- Sumbawa: luas panen 74.736 Ha, produksi 398.864 ton GKG, produktivitas 53,37 Ku/Ha
- Lombok Timur: luas panen 45.387 Ha, produksi 243.474 ton GKG, produktivitas 53,64 Ku/Ha
- Kabupaten Bima: luas panen 42.845 Ha, produksi 208.018 ton GKG, produktivitas 48,55 Ku/Ha
- Dompu: luas panen 30.448 Ha, produksi 151.335 ton GKG, produktivitas 49,70 Ku/Ha
- Lombok Barat: luas panen 25.488 Ha, produksi 135.678 ton GKG, produktivitas 53,23 Ku/Ha
- Sumbawa Barat: luas panen 14.548 Ha, produksi 74.496 ton GKG, produktivitas 51,21 Ku/Ha
- Lombok Utara: luas panen 5.536 Ha, produksi 33.320 ton GKG, produktivitas 60,19 Ku/Ha
- Kota Mataram: luas panen 2.736 Ha, produksi 17.727 ton GKG, produktivitas 64,78 Ku/Ha
- Kota Bima: luas panen 2.564 Ha, produksi 13.431 ton GKG, produktivitas 52,39 Ku/Ha
Menurut Dr. H. Ahsanul Khalik, capaian tersebut merupakan hasil sinergi dan kerja kolektif semua pihak dalam membangun sektor pertanian.
“Keberhasilan ini adalah fondasi optimisme menuju penguatan swasembada pangan NTB tahun 2026,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa program-program pro-rakyat menjadi kunci keberhasilan.
“Optimasi lahan, penggunaan benih unggul, pupuk subsidi, serta penyesuaian HPP adalah langkah nyata yang kami lakukan bersama petani,” katanya.
Dr. Ahsanul Khalik juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemprov NTB, kabupaten/kota, TNI, Polri, instansi teknis, stakeholder, dan petani adalah kekuatan utama yang membuat capaian ini terwujud,” tegasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Hj. Eva Dewiyani, S.P., memberikan penekanan bahwa memasuki tahun 2026 pemerintah daerah akan terus menggerakkan seluruh potensi pertanian. Ia menilai langkah ini penting untuk menyelaraskan program swasembada pangan nasional dengan kondisi daerah, sekaligus menjaga tren positif yang telah dicapai NTB sepanjang tahun 2025.
“NTB optimistis dapat terus menjaga tren peningkatan produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan, sebagai bagian dari kontribusi daerah dalam mewujudkan cita-cita nasional menuju kebangkitan swasembada pangan Indonesia,” tegasnya.
Memasuki tahun 2026, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan terus menggerakkan seluruh potensi daerah, baik melalui optimalisasi lahan maupun program strategis lainnya, sebagai bentuk ikhtiar menyelaraskan program swasembada pangan Pemerintah Pusat di daerah. (NTBPost/red.)

Komentar0