Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

Majelis Silaturahmi Ulama dan Umara: Berkah untuk NTB Makmur Mendunia

Ulama dan pemerintah bersatu teguhkan komitmen keadilan, persatuan, dan ikhtiar NTB mendunia

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal memberikan cendramata kepada salah satu tokoh agama. Foto: Istimewa

MATARAM, NTBPOST.COM — Majelis Silaturahmi Ulama dan Umara berlangsung di halaman tengah Pendopo Gubernur NTB, menghadirkan energi persatuan antara para masyaikh, tuan guru, dan jajaran pemerintah. Rombongan ulama dari Pondok Pesantren Daarul Lugah Wa Dakwah (Dalwa), Jawa Timur, hadir dipimpin Pengasuh Ponpes Dalwa Abuya Al-Habib Ali Zainal Abidin Baharun, didampingi Habib Ali Ridho Baharun serta Prof. Dr. Ali Zainal Abidin bil Faqih.  Pada, Sabtu, (24/01).

Prof. Masnun Tahir, Rektor UIN Mataram sekaligus Ketua PWNU NTB, menyebut NTB sebagai “sejengkal tanah surga di bumi.”  

“Ulama dan umara harus terus memperkuat silaturahmi dalam mewujudkan kedaulatan dan keadilan bersama,” ujarnya.  

Kapolda NTB juga  menegaskan komitmen menjaga kedekatan antara aparat, ulama, dan masyarakat, serta menekankan pembaruan hukum dengan pendekatan restorative justice.  

Kemudian selanjutnya dalam pidatonya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan rasa hormat karena NTB dipercaya menjadi tuan rumah majelis penuh keberkahan.  

“Ini kehormatan bagi NTB. Semoga membawa keberkahan,” kata Miq Iqbal.  

Ia juga mengungkapkan kekagumannya pada pemikiran Hasan Bangil yang menurutnya turut memengaruhi cara berpikir bangsa.  

“Saya membaca perdebatan Hasan Bangil dan Soekarno sejak saya SMA. Alhamdulillah hari ini bisa bertemu dzurriyat beliau,” ungkapnya.  

Majelis Silaturahmi Ulama dan Umara berlangsung di halaman tengah Pendopo Gubernur NTB. Foto: Istimewa

Dalam pidato itu, Miq Iqbal menegaskan NTB sebagai negeri yang diberkahi, bahkan menyebut Pulau Lombok dikenal sebagai “negeri seribu wali.” Ia memaparkan tiga agenda besar Pemprov NTB: pengentasan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, dan pariwisata kelas dunia.  

“NTB masih memiliki 106 desa kategori kemiskinan ekstrem. Kefakiran itu cenderung membawa pada kekafiran. Semua penyakit sosial berawal dari kemiskinan. Karena itu kita harus mengentaskan kemiskinan,” tegasnya.  

Sementara itu, Abuya Al-Habib Ali Zainal Abidin Baharun menekankan pertemuan ulama dan umara sebagai kekuatan peradaban. Ponpes Dalwa diperkenalkan sebagai rumah bahasa dan dakwah, tempat ilmu menjadi pemersatu umat.  

Majelis ini menjadi pesan kuat bahwa ketika ulama dan umara bersatu, lahir kekuatan besar untuk mempercepat NTB Makmur Mendunia melalui penguatan SDM, menjaga nilai, merawat persatuan, dan menghadirkan kesejahteraan nyata bagi masyarakat.  (NTBPost/red.)

Komentar0

Type above and press Enter to search.