![]() |
| Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar rapat koordinasi bersama distributor dan pelaku usaha barang kebutuhan pokok (Bapok). Foto: Istimewa |
Mataram, NTBPost.com – Menyambut perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar rapat koordinasi bersama distributor dan pelaku usaha barang kebutuhan pokok (Bapok), Minggu (7/12). Langkah ini diambil guna memastikan ketersediaan pasokan dan menekan potensi lonjakan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Kepala Bidang Pengendalian Bapokting dan Perdagangan Luar Negeri Disdag Kota Mataram, Sri Wahyunida, S.E., M.M., mengungkapkan dua komoditas yang mengalami kenaikan signifikan, yakni Minyakita dan daging ayam ras. Kebutuhan tinggi dari dapur umum MBG disebut menjadi salah satu pemicu lonjakan harga ayam.
“Salah satu dapur MBG membutuhkan hingga 380 kilogram ayam per hari. Dalam seminggu, bisa mencapai lebih dari satu ton. Ini tentu berdampak pada ketersediaan pasokan di pasar,” jelasnya.
Distribusi Minyakita Terkendala Bantuan Pangan
Sejumlah distributor membeberkan penyebab kelangkaan Minyakita di pasaran. Manager Bisnis Perum Bulog Kanwil NTB, Kurnia Rahmawati, menyebutkan bahwa sebagian besar stok terserap untuk program bantuan pangan selama Oktober–November 2025, dengan alokasi dua liter per keluarga penerima manfaat.
Desak Nyoman Suarthi dari CV Semangat Kita menambahkan, penugasan penyaluran bantuan membuat alokasi untuk pasar umum berkurang drastis. “Gudang kami kosong. Biaya distribusi juga tidak sebanding dengan HET pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, Ang Sie Tjong dari CV Daya Abadi menyatakan telah menyiapkan 2.000 karton Minyakita untuk didistribusikan ke ritel di Kota Mataram. Namun, pengiriman dari pabrik masih menunggu proses produksi.
Di sisi ritel, Made Surkeni dari Ruby Supermarket mengaku stok Minyakita kosong, sementara harga minyak goreng premium naik sekitar dua persen. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah toko lainnya.
Harga Ayam dan Telur Berpotensi Naik
Produsen ayam ras, M. Sopandi dari Baling-Baling Bambu, mengungkapkan bahwa pembatasan bibit ayam (DOC) dan sistem bundling dengan pakan menyebabkan penurunan produksi. Hal ini berpotensi mendorong kenaikan harga ayam di pasaran.
Untuk komoditas telur, H. Rahman dari UD Sinta memastikan stok masih aman dan harga relatif stabil menjelang Nataru.
Polisi Kawal Distribusi, Pasar Rakyat Digelar
Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Regi Halili, S.Trk, menyatakan bahwa hasil pemantauan menunjukkan pasokan pangan masih mencukupi. Namun, pengurangan DOC hingga 40 persen dan kenaikan harga pakan diperkirakan akan berdampak pada harga ayam hingga Maret 2026.
Sementara itu, Sekretaris Disdag Kota Mataram, H. Fajar Pamungkas, S.E., mengumumkan pelaksanaan Pasar Rakyat selama delapan hari mulai 8 Desember 2025 di beberapa titik di Kota Mataram.
“Kami apresiasi komitmen distributor dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas harga. Kondisi kamtibmas yang kondusif sangat dipengaruhi oleh kestabilan pangan,” tegasnya.
Ikatan Distributor dan Pelaku Usaha Bapok NTB menyatakan siap mendukung upaya pemerintah menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan jelang Natal dan Tahun Baru. (*)

Komentar0