Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

Komite Pojok WhatsApp: Dari Kritik ke Lobi Proyek


Oleh : Apriadi Abdi Negara

Kini, grup WhatsApp bukan lagi sekadar ruang bercakap, melainkan panggung sandiwara Kelompok Kecewa hasil Pilkada. Di sana, teriakan lebih keras dari logika, drama lebih tebal dari fakta. Mereka berpose seolah paling gagah, padahal yang dijajakan hanya keluhan basi bercampur lapar proyek.

Keributan mereka di grup WhatsApp selalu dikemas dengan narasi playing victim seolah-olah ada yang mengancam, kebencian, dan fitnah. Namun, semua itu sebenarnya tak pernah menjadi perhatian Pemprov NTB. Tidak ada yang merasa terancam, apalagi terganggu karena suara mereka lebih mirip musik sumbang ketimbang kritik bernas. Yang ribut, ribut sendiri; yang mendengar, pura-pura tuli.

Dari beberapa sumber, setelah puas berkoar di grup, mereka sibuk melobi sana-sini, minta jatah proyek. Tak cukup di situ, mereka pun berani mengadu ke Wakil Kepala Daerah dengan wajah playing victim, berharap belas kasih. Ironinya, yang paling keras ngegas di grup WhatsApp itu, ternyata juga diam-diam mengetuk pintu minta proyek. Lebih kocak lagi, sang “ketua komite” menjapri dengan bahasa sakti: “napi salak tiang.” Sebuah testimoni kelaparan yang lebih jujur daripada seribu slogan perjuangan.

Di luar layar ponsel, mereka mengaku LSM, menabalkan diri komite pemuda, bahkan mengaku pejuang rakyat. Padahal rakyat hanya jadi aksesoris. Kritik yang mestinya jadi senjata, berubah jadi komoditas receh. Semua bisa dijual, asal ada yang membayar.

Lebih ksatir lagi, gaya hidup mereka terjerat candu hedonisme. Malam dihabiskan di ruang lampu kedap-kedip, siang sibuk memamerkan brand bermerek Louis Vuitton. Aktivisme tua-tua ini bergeser menjadi ajang pamer gaya hidup, hoaks dijual kiloan, kebencian ditebar demi undangan proyek.

Komite WhatsApp pun tinggal nama, forum curhat plus lobi proyek. Rakyat hanya bisa menertawakan, kalau beginilah “aktivis LSM dan PerWeAan”, lebih baik jujur saja mereka bukan sedang berjuang, tapi sekadar mengemis proyek dengan gaya drama.


Komentar0

Type above and press Enter to search.