MATARAM, NTBPOST.COM — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Moh. Ruslan Mataram mencatat sejarah baru dengan meluncurkan layanan bayi tabung Lombok IVF sekaligus meresmikan Gedung Mother and Child. Peresmian ini dilakukan langsung oleh Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 Kota Mataram, Jumat (8/8/2025).
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan, dr. Hj. Eka Nurhayati, Sp.Og, menegaskan bahwa masyarakat NTB kini tidak perlu lagi bepergian jauh untuk mendapatkan layanan bayi tabung.
“RSUD H. Moh Ruslan menjadi satu-satunya di NTB mempunyai laboratorium bayi tabung. Selama ini layanan tersebut hanya ada di rumah sakit vertikal milik Kementerian Kesehatan,” ucap dr. Eka.
Ia menjelaskan bahwa gagasan layanan bayi tabung ini sudah dirancang sejak 2017 bersama mantan direktur dr. Jack. Pembangunan klinik sempat dimulai di Graha Mentaram, namun gempa Lombok 2018 merusak laboratorium sehingga tertunda.
“Namun berkat dukungan yang luar biasa, hari ini kami bisa meresmikan program layanan ini,” tambahnya.
Selain meningkatkan kualitas layanan kesehatan, dr. Eka berharap Lombok IVF dapat menarik pasien dari luar daerah sekaligus menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Mataram.
“Lombok IVF, kami persembahkan sebagai hadiah HUT Kota Mataram yang ke-32, harapan dengan adanya program bayi tabung ini bisa meningkatkan PAD Kota Mataram,” pungkasnya.
Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, memberikan apresiasi atas peresmian layanan ini.
“Apa yang dilakukan hari ini sejatinya tidak hanya menandai kemajuan infrastruktur dan pelayanan kesehatan semata. Ini adalah simbol membangun harapan, menyatukan visi, dan memperkuat semangat kolektif. RSUD H. Moh. Ruslan telah memberikan kontribusi besar bagi prestasi Kota Mataram, khususnya di bidang kesehatan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran layanan bayi tabung dan Gedung Ibu dan Anak menjadi terobosan besar dalam meningkatkan akses layanan kesehatan, khususnya bagi pasangan yang tengah berjuang mendapatkan keturunan.
“Satu terobosan kembali lahir hari ini. Peresmian Gedung Ibu dan Anak, sekaligus layanan bayi tabung Lombok IVF, menjadi yang pertama di rumah sakit umum daerah di Indonesia,” ungkapnya.
Mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Wali Kota menyebut sekitar 10–15 persen pasangan mengalami gangguan kesuburan akibat berbagai faktor. Karena itu, Lombok IVF diharapkan menjadi solusi sekaligus harapan baru.
“Harapan kita sama: suatu saat RSUD H. Moh. Ruslan menjadi rumah sakit rujukan bagi pejuang garis dua. Kini masyarakat tidak perlu lagi bepergian jauh dan mengeluarkan biaya besar, karena pelayanan sudah tersedia di Mataram,” imbuhnya.
Selain layanan bayi tabung, Wali Kota juga memastikan RSUD H. Moh. Ruslan terus memperkuat layanan prioritas lain, seperti penanganan kanker, stroke, urologi, dan kesehatan ibu-anak. Ia memberikan apresiasi khusus kepada jajaran RSUD atas berbagai capaian, termasuk inovasi Permaisuri Dancing yang sebelumnya meraih juara nasional. (NTBPost/Red.)

Komentar0