![]() |
| Wastra Ramah Lingkungan NTB Dipuji di Paviliun Indonesia Osaka Expo 2025. Foto: Istimewa |
Osaka, NTBPost.com - Wastra atau kain tenun tradisional asal Nusa Tenggara Barat mempunyai potensi besar untuk sejajar dan bersaing sebagai tenun terbaik dunia. Khususnya wastra yang ramah lingkungan. Hal itu terlihat saat wastra NTB turut mencuri perhatian, saat menjadi salah satu wakil Indonesia dalam ajang World Expo Osaka di Jepang.
Keikutsertaan Wastra NTB dalam ajang World Expo Osaka berlangsung pada 7-13 Juli 2025. World Expo Osaka adalah pameran dunia dengan skala besar yang berlangsung 13 April-13 Oktober 2025. Penyelenggaraan pameran yang diikuti 161 negara dan 9 organisasi internasional terbesar itu, untuk menghadirkan solusi inovatif terhadap tantangan global melalui kolaborasi lintas negara dan budaya.
Dalam pameran yang tahun ini mengangkat tema “Designing Future Society for Our Lives”, NTB diwakili Riles Lestary, usaha yang telah menyediakan berbagai wastra dari berbagai daerah di NTB. Usaha ini telah berjalan sejak September 2021 lalu.
Sri Lestari yang saat ini masih berada di Osaka mengatakan, usaha tenunnya terpilih mewakili NTB ke Osaka melalui seleksi yang sangat selektif dari 1000 kandidat. Oleh karena itu, ia merasa sangat senang bisa mewakili NTB dalam ajang sekali lima tahun ini.
“Ini kesempatan bersejarah. Sehingga saya merasa sangat bangga bisa menjadi bagian dari acara ini. Partisipasi ini adalah bukti nyata bahwa tenun NTB, dengan kreativitas dan inovasinya, mampu bersaing dan berdiri sejajar dengan tenun-tenun terbaik dari seluruh penjuru dunia,” kata Sri saat dihubungi dari Mataram, Senin (14/7/2025).
Menurut Sri, keikutsertaannya dalam Osaka Expo 2025 membuka berbagai peluang. Apalagi selama di Osaka Expo ia mengikuti berbagai kegiatan. Selain pameran produk, ia juga mengikuti agenda pertemuan bisnis dengan investor dan pembeli dari seluruh dunia.
“Alhamdulillah, kami dapat satu buyer.Dia berencana dalam waktu dekat akan ke Lombok untuk survei. Rencananya, selain membeli, juga akan berinvestasi,” kata Sri.
Sri yang berangkat sebagai utusan organisasi Salimah NTB dan berada di Osaka bersama Kowani Indonesia menambahkan, selama di Osaka Expo, ia menampilkan Tenun Songket Lombok – Sumbawa. Termasuk Tenunan Muna Pa'a yang ramah lingkungan karena menggunakan berbahan pewarna alami.
“Tenun yang saya bawa merefleksikan filosofi pembangunan Indonesia yang tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga pada harmonisasi antara alam, budaya, dan masa depan,” kata Sri.
Menurut Sri, keindahan tenun Lombok dan Sumbawa yang dibawa ke Osaka, seperti mewakili perempuan-perempuan NTB yang hebat, gigih, ikhlas, dan tulus yang membantu perekonomian keluarga melalui benang dan sehelai lembar kain. Hal itu juga sejalan dengan visi usahanya yakni pelestarian tenun dan pemberdayaan perempuan.
Sambutan hangat
Sri menambahkan, antusiasme pengunjung sangat besar terhadap wastra Indonesia. Apalagi paviliun Indonesia termasuk yang ramai. Para periode 7-13 Juli 2025, data pengunjung ke Paviliun Indonesia mencapai lebih dari 88.000 orang.
“Antusias masyarakat dunia sangat luar biasa. Mereka suka dengan wastra indonesia. Apalagi yang mengusung tema pewarna alam dan ramah lingkungan, serta pemberdayaan perempuan,” kata Sri.
Paviliun Indonesia mengusung tema “Thriving in Harmony: Nature, Culture, Future”. Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam siaran resminya saat membuka Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka April 2025 lalu mengatakan, tema itu merepresentasikan komitmen Indonesia dalam mewujudkan visi sebagai bangsa yang bersatu, berdaulat, maju, dan berkelanjutan.
Sri mengatakan, usahanya juga telah mengimplementasikan tema paviliun Indonesia. Yakni dengan menghasilkan ramah lingkungan, berkelanjutan, menggunakan pewarna alami baik di tenun maupun pakaian tenun kontemporer.
“Semua pruduk Riles Lestary eco-Friendly di mana kami mengupayakan tidak menghasilkan limbah dan menghadirkan produk zero waste, serta produk slow fashion (pendekatan kualitas, berkelanjutan, dan berusia panjang) sebagai upaya menjaga bumi,” kata Sri.
Sebelumnya, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB Sinta Agathia Soedjoko mengatakan, mendukung penuh hadirnya tenun di Osaka Expo 2025. Menurutnya, Osaka Expo 2025 adalah kesempatan untuk mengenalkan wastra NTB pada dunia. Oleh karena itu, karakter tenun NTB yang ramah lingkungan dapat dipertahankan di kancah nasional maupun internasional. (NTBPost/Zak)

Komentar0