![]() |
| Evakuasi korban WNA Australi di Gili air Lombok Utara. Foto: Istimewa |
Peristiwa tragis ini terjadi di tengah cuaca cerah yang biasa menarik wisatawan untuk menikmati keindahan bawah laut Gili Air. DR diketahui sedang menikmati aktivitas snorkeling, sekitar 8 meter dari bibir pantai, ketika tiba-tiba mengalami insiden yang mengejutkan.
Menurut Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, AKP Punguan Hutahaean S.Tr.K., S.I.K., insiden itu pertama kali diketahui oleh anak korban yang juga berada di lokasi. "Korban sedang melakukan snorkeling di perairan sekitar 8 meter dari bibir pantai depan Hotel Sandy Beach. Saat itu, anak korban yang juga berada di lokasi melihat ayahnya mendadak pingsan di air," jelas AKP Punguan Hutahaean.
Sadar akan kondisi ayahnya yang tidak sadarkan diri, anak korban segera meminta bantuan kepada warga dan wisatawan lain di sekitar. Beberapa orang yang berada di lokasi dengan sigap membantu menarik tubuh DR ke tepian dan berusaha memberikan pertolongan secepatnya. Korban segera dievakuasi ke Klinik Gili Air (Clinic Center) untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis, DR dinyatakan meninggal dunia. Dugaan awal menyebutkan bahwa korban mengalami serangan mendadak akibat penyakit bawaan, yang semakin diperburuk oleh faktor usia. "Korban diduga mengalami serangan mendadak akibat penyakit bawaan yang diperparah oleh kondisi fisik. Usianya berdasarkan identitas adalah 72 tahun," tambah AKP Punguan Hutahaean.
Pihak hotel segera berkoordinasi dengan kepolisian dan tim medis setempat untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar. Setelah prosedur awal dilakukan, jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum proses pemulangan ke negara asalnya.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi wisatawan, terutama mereka yang lanjut usia atau memiliki riwayat penyakit bawaan, untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan sebelum melakukan aktivitas wisata air yang berisiko tinggi. Kepolisian Lombok Utara telah berkoordinasi dengan Konsulat Australia di Bali, serta menghubungi keluarga korban guna kelancaran proses administrasi dan pemulangan jenazah.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak keluarga korban terus berkoordinasi dengan Konsulat Australia untuk memastikan proses lebih lanjut terkait pemulangan jenazah dan hak-hak administrasi lainnya. (NTBPost.com/red.)

Komentar0