LOMBOK TIMUR– Tindakan pengusiran terhadap seorang pemandu wisata asal Lombok Tengah beserta tamunya di kawasan Teluk Ekas oleh Bupati Lombok Timur menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan.
Salah satunya datang dari Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) AR Yandis, yang menyayangkan tindakan tersebut karena dinilai menimbulkan keresahan dan kekhawatiran, khususnya di kalangan masyarakat Lotim yang saat ini mencari nafkah di Loteng.
“Langkah seperti ini tidak hanya menciptakan ketegangan antardaerah, tetapi juga merusak semangat kebersamaan dan toleransi dalam satu pulau,” ujar AR Yandis dalam pernyataan tertulisnya,Jumat (20/6).
Menurutnya, sikap Bupati Lombok Timur justru bertolak belakang dengan visi yang sering digaungkan, yakni SMART (Sejahtera, Maju, Adil, Religius, Transparan).
"Kalau tindakan seperti ini yang ditunjukkan, maka visi SMART hanyalah slogan kosong yang tidak SMART dalam tindakan," tegasnya.
AR Yandis menambahkan, banyak warga Lotim saat ini bekerja, berdagang, bahkan menetap di Lombok Tengah. Maka, tindakan sepihak seperti pengusiran ini dikhawatirkan akan memicu ketegangan sosial dan berdampak pada keberlangsungan hidup warga Lombok Timur di luar daerahnya.
IMM menilai perlakuan seperti ini tidak mencerminkan kepemimpinan yang bijak dan inklusif. Oleh karena itu, AR Yandis mendesak agar Bupati Lotim segera memberikan klarifikasi terbuka serta memastikan tidak ada diskriminasi atau tindakan sepihak yang merugikan masyarakat, baik dari Lotim maupun dari daerah lainnya.
“Kepemimpinan itu soal bagaimana merangkul dan mengayomi, bukan soal menunjukkan kuasa yang justru merusak citra daerah,” tutupnya.(Ntbpost/red)
Komentar0