Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

Polda NTB Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual di Kampus UIN Mataram, Demonstrasi Mahasiswi Warnai Olah TKP

Foto: NTBpost.com

Mataram, NTBPost.com - Dugaan kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram terus menjadi sorotan. Polda NTB melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) , sebagai bagian dari penyelidikan terhadap terduga pelaku WH, seorang dosen yang diduga melakukan pelecehan terhadap sejumlah mahasiswi sejak tahun 2021 hingga 2024.


Dugaan Pelecehan yang Berlangsung Bertahun-Tahun

Berdasarkan laporan korban, aksi pelecehan dilakukan di asrama putri saat malam hari. Modus pelaku adalah memanipulasi korban dengan meminta mereka menganggapnya sebagai ayah, hingga akhirnya membuat mereka berada dalam kondisi yang rentan.


Dir Reskrimum Polda NTB, Kombes Pol Syarif Hidayat, menyatakan bahwa total mahasiswi yang teridentifikasi sebagai korban mencapai tujuh orang, namun baru tiga yang memberikan keterangan resmi.


"Terlapor datang memberikan keterangan secara sadar, tapi kami tidak langsung percaya. Berdasarkan hasil interogasi korban dan pelaku, kami lakukan olah TKP," ujar Syarif. Kepda awak media usai olah TKP dilaksanakan. Kamis, (22/05)


65 Adegan Olah TKP di Dua Lokasi Kampus

Dalam proses penyelidikan, kepolisian melakukan rekonstruksi sebanyak 65 adegan dari dua lokasi tempat dugaan pelecehan terjadi.


"Di tempat tidur terlapor, ada 4 korban dengan 49 adegan. Sementara di ruangan sekretariat tempat rapat, kami melakukan 16 adegan," ungkap Syarif.


Olah TKP ini dilakukan menyusul laporan resmi dari tiga korban yang datang dengan pendampingan Koalisi Stop Kekerasan Seksual NTB pada Selasa, 20 Mei 2025.


Gelombang Demonstrasi Mahasiswi di UIN Mataram

Saat kepolisian melakukan olah TKP, ratusan mahasiswi UIN Mataram menggelar aksi demonstrasi, menuntut pihak kampus dan aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.


Mereka menegaskan bahwa kasus dugaan pelecehan ini harus diusut tuntas, serta menekan pihak kampus untuk bertanggung jawab terhadap perlindungan mahasiswa.


Sejauh ini, penyidik masih terus mengumpulkan bukti dan mengembangkan pemeriksaan guna memastikan keterlibatan pelaku dan memperjelas kejadian yang dialami korban. (NTBPost/red.)

Komentar0

Type above and press Enter to search.