![]() |
| BPS NTB saat merilis data terbaru |
Mataram, NTBPost.com – Badan Pusat Statistik (BPS) NTB merilis data terbaru mengenai Nilai Tukar Petani (NTP) pada April 2025 , yang menunjukkan adanya penurunan 0,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Meski terjadi penurunan, angka NTP tetap berada di atas 100 , yang menunjukkan bahwa daya beli petani masih berada dalam kategori positif.
Perkembangan NTP dan Subsektor Pertanian
NTP merupakan salah satu indikator penting untuk melihat daya beli petani di pedesaan. Pada April 2025 , NTP tercatat sebesar 124,87 , mengalami penurunan karena kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) hanya 0,23 persen , lebih rendah dibandingkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,33 persen .
Meski mengalami sedikit penurunan, semua subsektor pertanian tetap berada di atas 100 , yang mencerminkan stabilitas ekonomi di sektor ini. Berikut rincian NTP pada masing-masing subsektor:
✅ Tanaman Pangan: 114,71
✅ Hortikultura: 234,65
✅ Tanaman Perkebunan Rakyat: 107,59
✅ Peternakan: 107,92
✅ Perikanan: 105,77
Kepala BPS NTB, Drs. Wahyudin , mengungkapkan bahwa meski terjadi sedikit penurunan, tren pertanian masih menunjukkan daya tukar yang positif.
"Rata-rata lama menginap di berbagai hotel mengalami peningkatan yang cukup signifikan selama Maret 2025," jelasnya saat menyampaikan berita rilis resmi di Aula Tambora BPS NTB, Jumat (2/5).
Kenaikan Indeks Konsumsi dan Nilai Tukar Usaha Pertanian
Selain perkembangan di sektor pertanian, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di NTB mengalami kenaikan sebesar 0,47 persen . Kenaikan ini dipicu oleh naiknya indeks pengeluaran di berbagai kategori, seperti makanan, pakaian, perumahan, perlengkapan rumah tangga, kesehatan, dan jasa lainnya.
Di sisi lain, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) NTB pada April 2025 tercatat sebesar 128,68 , naik 0,17 persen dibanding bulan sebelumnya.
Laporan ini menunjukkan bahwa meski terjadi sedikit penurunan pada NTP, sektor pertanian di NTB tetap mengalami pertumbuhan yang cukup stabil. Pemerintah dan para pemangku kepentingan diharapkan terus mendorong kebijakan yang mendukung kesejahteraan petani agar daya beli tetap terjaga. (red.)
.jpeg)
Komentar0