Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

Musim Kemarau Mulai Menyapa, NTB Masih Berpotensi Diguyur Hujan


Lombok, NTBPost.com – Memasuki dasarian pertama Mei 2025, kondisi cuaca di Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan transisi menuju musim kemarau, meskipun masih terdapat potensi hujan di beberapa wilayah. Berdasarkan data terbaru, curah hujan di NTB berkisar antara kategori rendah (0–50 mm/dasarian) hingga menengah (51–150 mm/dasarian).

Curah hujan tertinggi tercatat di pos hujan Kokok Putih (Sembalun), Kabupaten Lombok Timur, dengan angka mencapai 124 mm per dasarian. Sementara itu, monitoring hari tanpa hujan berturut-turut (HTH) menunjukkan sebagian besar wilayah mengalami periode tanpa hujan mulai dari sangat pendek (1–5 hari) hingga masih ada hujan saat pembaruan.

Dinamika Atmosfer dan Prediksi Curah Hujan Mei 2025

Hasil monitoring indeks IOD dan ENSO menunjukkan bahwa IOD berada dalam kategori positif dengan indeks +0.541, meskipun diprediksi akan melemah menuju status netral hingga semester kedua 2025. Sementara itu, anomali suhu muka laut (SST) di Nino3.4 menunjukkan indeks sebesar -0.06, yang mengindikasikan kondisi ENSO Netral dan diperkirakan akan tetap stabil hingga akhir semester kedua.

Saat ini, angin baratan masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia, sementara angin dari timur mulai muncul, terutama di bagian selatan Indonesia. Pertemuan angin diperkirakan terjadi di sekitar ekuator, dan suhu muka laut masih berada dalam kategori hangat dengan anomali sekitar +0.416°C.

Untuk periode 11–20 Mei 2025, peluang hujan lebih dari 20 mm per dasarian diprediksi mencapai 80–90% di hampir seluruh wilayah NTB. Sementara itu, peluang hujan lebih dari 50 mm per dasarian sekitar >50%, terutama di sebagian Kabupaten Lombok Barat bagian utara, Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, dan Bima.

Adapun kemungkinan curah hujan lebih dari 100 mm per dasarian cukup rendah, yakni kurang dari 20%, yang diperkirakan terjadi di sebagian kecil wilayah Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa, dan Bima.

Waspada Potensi Bencana di Masa Transisi Musim

Meskipun tidak ada peringatan dini untuk curah hujan tinggi maupun kekeringan meteorologis, masyarakat tetap diminta untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Hal ini termasuk hujan lebat yang disertai angin kencang, banjir, dan tanah longsor, yang bisa terjadi secara tiba-tiba dan bersifat lokal. (red.)

Komentar0

Type above and press Enter to search.