Lombok Timur, NTBPost.com - Seorang pelajar berinisial SS (15) di Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, menjadi korban dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh Jumi (40) bersama beberapa rekannya.
Insiden terjadi pada Kamis (8/5) sekitar pukul 10.30 Wita di pinggir jalan umum, Dusun Kecego, Desa Waringin, Kecamatan Suralaga. Kejadian bermula saat korban dan saudaranya memetik buah kelapa di dekat rumahnya. Namun, aksi mereka dilarang oleh pelaku beserta teman-temannya, yang mengklaim bahwa kelapa tersebut adalah milik mereka.
Situasi memanas ketika pelaku mengambil kelapa hasil petikan korban dan menaikkannya ke dalam mobil bak terbuka. Perdebatan pun terjadi, yang berujung pada aksi kekerasan.
Pelaku tiba-tiba menendang dada korban hingga terjatuh ke dalam parit di pinggir jalan. Tidak berhenti di situ, korban kemudian mengalami pemukulan di leher dan lengan tangan kiri, serta pemitingan leher menggunakan siku pelaku.
Tak hanya itu, pelaku juga menjambak rambut korban, mencekik lehernya, lalu menariknya keluar dari parit dan membawanya ke pinggir jalan. Bahkan, korban sempat diikat di bagian kaki menggunakan tali nilon.
Saudara korban yang menyaksikan kejadian itu berusaha meminta belas kasihan agar pelaku melepaskan korban. Setelah beberapa kali memohon, akhirnya korban dilepaskan.
Sesampainya di rumah, korban menceritakan apa yang dialaminya kepada orang tuanya. Melihat luka-luka yang ada di tubuh korban, orang tua korban segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Suralaga.
Kapolsek Suralaga melalui Kasi Humas Polres Lotim AKP Nicolas Oesman membenarkan adanya laporan kasus tersebut.
"Orang tua tidak terima atas perlakuan terhadap anaknya dan melaporkan kasus ini ke Polsek," tandasnya.
(Rz.)

Komentar0