Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

Marak Kekerasan Seksual Pada Ponpes di NTB,Aliansi SKS NTB Desak Kepala Kemenag NTB Dicopot

ILUSTRASI
Mataram, NTBPost.com – Maraknya kasus kekerasan seksual di pondok pesantren (Ponpes) di NTB memicu desakan dari Aliansi Stop Kekerasan Seksual NTB, yang meminta evaluasi terhadap Kepala Kemenag NTB dan Kepala DP3AP2KB NTB. 

Dalam rilis yang diterima NTBPost.com dari perwakilan ASKS NTB melalui pesan singkat whatsapp hari ini, Aliansi menyoroti ketidakseriusan kedua pihak dalam menangani kasus kekerasan seksual yang sebagian besar korbannya adalah anak-anak.  

Yan Mangandar Putra, perwakilan ASKS NTB, mengkritik janji Kepala Kemenag NTB yang dinilai tidak konsisten.  

"Kepala Kemenag NTB sudah terlalu sering membuat janji, terakhir bulan Juli 2024 untuk membentuk Satgas Ponpes. Namun semuanya omong kosong!" tegas Yan. Pada Selasa, (22/04). 

Ia menambahkan bahwa masalah kekerasan seksual adalah kejahatan terhadap kemanusiaan yang harus ditangani serius.  

"Seharusnya sikap tidak konsisten Kepala Kemenag NTB ini dievaluasi oleh Bapak Menteri Kemenag RI untuk mencopotnya," lanjutnya.  

Selain itu, Yan juga menyoroti sikap acuh Kepala DP3AP2KB NTB yang dianggap tidak memiliki komitmen kuat dalam memberikan perlindungan kepada anak-anak di Ponpes.  

"Meski Ponpes sebagian besar kewenangannya ada di Kemenag, bukan berarti Kepala DP3AP2KB NTB acuh. Anak-anak yang menjadi korban adalah penentu masa depan NTB," ujarnya.  

Ia juga mengungkapkan bahwa sikap Kepala DP3AP2KB NTB yang dianggap tidak maksimal menjadi alasan Gubernur NTB berencana meleburkan dinas tersebut ke Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan.  

"Masih tingginya angka perkawinan anak, terus bertambahnya joki anak yang tewas di pacuan kuda tradisional, serta kasus kekerasan seksual di lembaga pendidikan termasuk Ponpes, menunjukkan lemahnya kontribusi dinas ini," jelas Yan.  

Aliansi Stop Kekerasan Seksual NTB berharap evaluasi terhadap kedua kepala dinas ini dapat menjadi langkah awal untuk memperbaiki sistem perlindungan anak di NTB.  

"Masalah kekerasan seksual adalah masalah serius yang membutuhkan komitmen nyata dari semua pihak, terutama pemerintah," pungkasnya.  (red.) 

Komentar0

Type above and press Enter to search.