![]() |
| Rumah korban ketua RT Dusun Sire, Desa Sigar Penjalin Lombok Utara yang rata akibat tertimpa pohon rangdu pada Minggu, (09/02). Istimewa |
Lombok Utara, NTBPost.com – Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan lebat yang melanda Desa Sigar Penjalin, Lombok Utara, pada Minggu siang (9/2), menyebabkan pohon besar tumbang dan menimpa beberapa rumah warga, termasuk rumah Ketua RT setempat.
Kepala Desa Sigar Penjalin, Zawil Fadli, menyampaikan dalam wawancaranya dengan ntbpost.com, bahwa kejadian ini terjadi sekitar pukul 14.00 WITA.
"Pada saat itu, suami istri ini sedang berada di dalam rumah. Tidak lama kemudian, tumbanglah pohon rangdu yang ada di sebelah rumahnya," ujarnya. Senin, (10/02).
Sebanyak empat rumah terkena dampak pohon tumbang ini, namun yang paling parah adalah rumah Lalu Rajab (56) yang merupakan ketua RT Dusun Sire bersama istrinya Kiamah (50).
"Lalu Rajab bersama istrinya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah untuk mendapatkan perawatan. Istrinya hanya mengalami luka-luka, dan kakinya harus dijahit sekitar delapan jahitan. Namun, Lalu Rajab yang tertimpa pohon tersebut menghembuskan nafas terakhir pada sore harinya di RSUD Lombok Utara," jelas Zawil Fadli.
Meskipun hendak di rujuk dan telah dilakukan penandatangan surat persetujuan keluarga ke RSUP NTB di Koata Mataram, namun nyawa Lalu Rajab tidak tertolong sebelum sempat dirujuk.
Pasca kejadian, pada malam harinya, pihak desa berkoordinasi dengan dinas terkait, seperti Dinas Sosial, untuk mengasesmen korban dan memberikan bantuan berupa makanan, kasur, dan kebutuhan lainnya kepada warga yang terdampak pohon tumbang. Bantuan tersebut disalurkan pada Senin pagi.
Selain kejadian di rumah Lalu Rajab, di dusun-dusun lain juga terjadi pohon tumbang akibat cuaca ekstrem, namun tidak ada korban jiwa lainnya.
"Kalau kita tafsir kerugian materi akibat pohon tumbang ini mencapai sekitar 100 juta," tambah Zawil Fadli.
Sebagai langkah antisipasi, pihak desa telah mengaktifkan forum risiko bencana di tingkat desa.
"Kita minta supaya masing-masing anggota melaporkan setiap pohon tumbang, atau bahkan pohon yang berpotensi tumbang, untuk segera ditebang dan tetap berkoordinasi dengan pihak terkait," pungkas Zawil Fadli.
Untuk diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem untuk tiga hari ke depan terhitung dari 10 hingga 13 Februari 2025. Kondisi ini akibat dampak tidak langsung dari munculnya fenomena Bibit Siklon Tropis Invest 96S.
Fenomena Bibit Siklon Tropis Invest 96S yang terjadi di sekitar perairan sebelah barat Australia mengarah ke selatan, menyebabkan konvergensi atau perlambatan kecepatan angin, Situasi ini berpengaruh pada kelembaban udara yang juga dikategorikan basah, di mana awan konvektif terhitung banyak di atas wilayah NTB,sehingga berpotensi terjadinya hujan lebat,khususnya di wilayah Pulau Lombok dan Sumbawa.
Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini memicu terjadinya sejumlah bencana alam di wilayah NTB, seperti pohon tumbang, longsor, dan banjir.
Sebagai informasi berikut nomor penting siaga bencana yang dapat dihubungi saat terjadi bencana:
BPBD Kota Mataram : 089620455712
BPBD Kabupaten Lombok Barat : 081907325300
BPBD Kabupaten Lombok Tengah : 087750001941
BPBD Kabupaten Lombok Timur : 081910262861
Kantor SAR Mataram : 0370633253
BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat : 0370646972
BPBD Kabupaten Sumbawa Barat : 08123728113
BPBD Kabupaten Sumbawa : 082340145845
BPBD Kabupaten Dompu : 085338282230
BPBD Kabupaten Bima : 082147514934
(red.)

Komentar0