Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya melakukan sosialisasi pelayanan bedah syaraf kepala seluruh petugas medis Puskesmas dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
"Ini untuk menambah ilmu pengetahuan para tenaga medis di semua unit pelayanan kesehatan," kata Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Praya dr Basirun saat acara sosialisasi di Auditorium RSUD Praya, Jumat.
Ia mengatakan, disamping untuk menambah ilmu pengetahuan, kegiatan ini dilaksanakan untuk terus membina silaturrahmi antar tenaga medis, sehingga komunikasi dan koordinasi rujukan berjalan lebih optimal.
Layanan bedah saraf di RSUD Praya, merupakan salah satu dari layanan unggulan baru disamping layanan cuci darah (hemodialisis), layanan bedah mulut, layanan endoskopi (teropong saluran cerna), dan lain-lain.
"Manajemen RSUD Praya terus berupaya menghadirkan layanan-layanan medis yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat," katanya.
Dengan adanya layanan tersebut, masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan tidak perlu lagi harus dirujuk ke tempat yang lebih jauh. Ke depan sedang diupayakan kehadiran layanan bedah tulang (ortopedi) dan bedah saluran kemih (urologi).
"Ada juga pengoperasian layanan operasi katarak menggunakan alat PHACO," katanya.
Dukungan doa serta perhatian pemerintah dan masyarakat tetap diharapkan untuk bersama-sama membenahi berbagai kekurangan yang masih ada, terus tanpa lelah menyempurnakan seluruh aspek pelayanan agar RSUD Praya segera menjadi RS pilihan utama masyarakat, menuju sehat.
"Kita tetap berkomitmen untuk menjadikan RSUD Praya menjadi pilihan warga untuk mendapatkan pelayanan kesehatan," katanya.
Sejak Agustus 2023 l, Dokter Spesialis Bedah Saraf dr. Teuku Arie bukan orang baru di Lombok Tengah, karena sebenarnya sebelum pendidikan spesialis beliau pernah menjalani internship serta pengabdian di beberapa puskesmas di Lombok Tengah dan di IGD RSUD Praya.
"Allhamdulillah dapat terbangun komitmen kuat untuk memberikan pelayanan bedah saraf bagi masyarakat Lombok Tengah," katanya.
Ia mengatakan, dalam 2 bulan terakhir, sudah cukup banyak pasien yang tertolong, meskipun pasien datang ke IGD RSUD Praya dalam keadaan yang cukup kritis.
Untuk lebih memperkenalkan ruang lingkup layanan bedah saraf tersebut ke seluruh masyarakat Lombok Tengah, serta untuk memulai langkah koordinasi rujukan prahospital dari Faskes Primer ke RSUD Praya.
"Maka diadakan sosialisasi kepada perwakilan tenaga kesehatan seluruh puskesmas di Lombok Tengah," katanya.
.jpeg)
Komentar0