Ntbpost.com- Dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan beberapa hari kemarin oleh Aliansi Mahasiswa ITKES, hingga melakukan penyegelan terhadap ruang Rektor Institut Teknologi Sosial dan Kesehatan (ITKES), semata untuk mencari perhatian saja.
Dari hasil investigasi yang kita lakukan, kata Ketua Pengurus Daerah Muhammadyah Lombok Timur, Roma Hidayat, justru tidak ada bukti yang valid dan masih praduga.
"Isu itu, dipakai hanya untuk membuat sensasi agar unjuk rasa yang mereka lakukan menjadi perhatian," katanya di Selong, Rabu (11|10).
Menurutnya, dari mediasi yang dilakukan, antara pihak yang dituduh dan korban pelecehan tersebut, hanya menunjukkan bukti via mesengger yang tidak bisa dijadikan bukti.
Dalam kejadian tersebut, sambungnya, sudah terjadi lebih dari satu tahun silam, dan tidak pernah terjadi sentuhan secara fisik.
"Persoalan ini, justru sudah terselesaikan pada bulan itu juga tahun 2021 lalu, dan para pihak sudah berdamai," katanya.
Dikatakan pula, kalau memang persoalan yang dimaksud belum selesai, tentu korban harusnya melapor ke aparat hukum. Kalau tidak dilakukan, sebut Roma, maka kami yang akan membuat laporan, hingga persoalan ini menjadi terang benderang.
"Itu semata untuk menjaga nama baik perguruan Muhammadyah yang memiliki landasan fundamental agama Islam," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Pengurus Daerah Muhammadyah Lotim, Misnuddin Mahdan, SH.MH. menyatakan, bahwa tuntutan yang mereka kemukakan tersebut, sebenarnya bukan tuntutan arau keharusan, tetapi belakangan diubah menjadi sebuah masukan.
Sebelumnya, kata dia, sudah beberapa kali dilakukan mediasi, tetapi mentok, karena keinginan mereka hanya ketemu dengan Rektor saja.
"Ketika dipertemukan, malah tuntutan mereka berubah menjadi sebuah masukan, terutama dalam pembentukan satgas perlindungan perempuan," katanya.
Soal masukan mereka, sebutnya, tetap akan dilakukan pembentukan satgas yang dimaksud, lagi pula itu rekomendasi dari Pengurus Muhammadyah.
"Sejujurnya, setiap ada persoalan, pihak rektorat ataupun dosen yang ada di Perguruan Muhammadyah ini, selalu terbuka, karena konsep dasar dari perguruan Muhammadyah ini adalah selalu mengedepankan demokrasi sesuai ajaran agama Islam," katanya.(N02)
Komentar0