Produk inovatif berbasis potensi lokal Desa Kekait tampil di Expo Gunungsari
LOMBOK BARAT, NTBPOST.COM — Terobosan kreatif dilakukan sekelompok mahasiswa KKN Poltekkes Kemenkes Mataram di Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat. Mereka memproduksi minuman kesehatan bernama Kelaren (kelapa–gula aren) yang diformulasikan khusus untuk membantu penderita hipertensi.
Mahasiswa Poltekkes Mataram Pamerkan Produksi Kelaren, Minuman Berkhasiat untuk Penderita Hipertensi. Foto: Istimewa
Mahasiswa KKN memanfaatkan melimpahnya produksi kelapa muda dan gula aren di desa setempat untuk menciptakan minuman berkhasiat yang diyakini dapat membantu menekan risiko penyakit jantung, stroke, hingga gagal ginjal.
Rahmi Kamila Putri, mahasiswa KKN Poltekkes Mataram, Senin (27/4/2026), menjelaskan bahwa produk ini lahir dari kebutuhan masyarakat desa yang banyak mengalami hipertensi, terutama kalangan lanjut usia.
“Nah kami mengolah air kelapa muda dan gula aren yang produksinya melimpah di Desa Kekait ini, menjadi minuman kesehatan yang diformulasikan khusus untuk membantu manajemen hipertensi, alhamdulillah produk sederhana kami ini disambut baik warga,” kata Putri.
Kelaren berbeda dengan minuman manis pada umumnya. Kandungan kalium tinggi pada kelapa dan indeks glikemik rendah pada gula aren membuatnya lebih aman bagi penderita hipertensi yang tetap ingin menikmati rasa manis alami.
Mahasiswa lain, Maharani Zahra Azzain (Caca), menambahkan bahwa Kelaren mudah diproduksi karena berbasis potensi lokal.
“Melalui Kelaren, kami berharap warga Desa Kekait dan sekitarnya bisa lebih bangga dengan produk desa sendiri sekaligus lebih peduli terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah,” ujarnya.
Produk Kelaren ditampilkan dalam Expo di halaman Kantor Camat Gunungsari, Kamis (23/4/2026). Booth mahasiswa KKN Desa Kekait menarik perhatian pengunjung dengan produk unggulan mereka. Selain mencicipi Kelaren, warga juga mendapatkan layanan kesehatan gratis, seperti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, serta konsultasi gizi.
Warga Desa Kekait, Muzakir, mengaku senang dengan produk minuman kesehatan yang dibuat mahasiswa.
“Rasa minuman ini segar dan tidak bikin enek. Kebetulan saya ada riwayat tensi tinggi, jadi sangat terbantu bisa cek gratis sekalian tanya-tanya makanan apa yang bagus,” katanya.
Kehadiran mahasiswa KKN Poltekkes Mataram di Desa Kekait tidak hanya membawa produk inovatif, tetapi juga misi kemanusiaan: menghadirkan ilmu kesehatan langsung ke masyarakat dengan solusi nyata berbasis potensi lokal. (NTBPost/red.)
Komentar0