Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

Klarifikasi Rutan Kelas IIA Ambon Terkait Penyerangan Massa

Subjudul: Tiga petugas dan satu peserta magang jadi korban

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon

AMBON, NTBPOST.COM — Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon memberikan klarifikasi atas insiden yang melibatkan seorang warga binaan hingga berujung penyerangan massa terhadap fasilitas rutan, Rabu (4/3/2026).

Berdasarkan kronologi, peristiwa bermula Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 17.10 WIT saat petugas pengamanan menindak warga binaan Nazril Fahlevi Nahumarury yang tidak berada di blok hunian saat proses penguncian. Teguran petugas pos dalam, Valdo Manusiwa, tidak diindahkan dan memicu perlawanan.

Nazril kemudian diamankan ke area portir untuk diberikan sanksi disiplin sesuai Permenkumham Nomor 8 Tahun 2024 Pasal 45 ayat 5. Namun ia kembali melakukan perlawanan. Saat Kepala Rutan tiba di lokasi, Nazril menyerang dengan memukul dagu kanan Kepala Rutan.

Menanggapi serangan tersebut, Kepala Rutan membalas dengan memukul dagu kiri warga binaan dan melumpuhkannya dengan cara mencekik dari belakang. Pihak Rutan menegaskan tindakan itu merupakan penggunaan kekuatan fisik terukur sebagaimana diatur dalam Permenkumham Nomor 8 Tahun 2024 Pasal 40 ayat 1 poin C.

Setelah situasi terkendali, Nazril diborgol dan dikembalikan ke Lapas Kelas IIA Ambon karena berstatus narapidana titipan.

Keesokan harinya, Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 15.10 WIT, sekelompok massa menyerang Rutan Ambon. Massa melempari batu, merusak fasilitas seperti CCTV, pintu utama, pos Wasrik, dan ruang layanan kunjungan, serta menyerang petugas.

Tiga petugas Rutan yakni Rivaldo Manusiwa, Safril Kaimudin, dan Muhamad Aly Salampessy, serta seorang peserta magang bernama Iswandi menjadi korban penyerangan.

Massa kemudian bergerak menuju Lapas Ambon. Kepala Rutan bersama petugas mendatangi lokasi untuk memberikan penjelasan, namun situasi kembali memanas. Kepala Rutan dan sejumlah petugas menjadi sasaran pengeroyokan.

Sekitar pukul 15.30 WIT, petugas Lapas mengamankan Kepala Rutan dan petugas lainnya ke gedung utama sambil menunggu aparat TNI–Polri untuk melerai dan membubarkan massa. (NTBPost/Qw.)

Komentar0

Type above and press Enter to search.