Aktivis menilai pernyataan stok aman tidak sesuai realita lapangan
![]() |
| Ketua Aliansi Pemuda dan Aktivis (ALPA) Lombok Timur Hadi Tamara |
LOMBOK TIMUR, NTBPOST.COM — Ketua Aliansi Pemuda dan Aktivis (ALPA) Lombok Timur, Hadi Tamara, menilai pernyataan Bupati Lotim H. Haerul Warisin terkait stok LPG 3 kilogram yang disebut aman justru menjadi bola liar di publik. Ia menyebut pernyataan tersebut berpotensi memicu kemarahan masyarakat karena kondisi di lapangan menunjukkan hal berbeda.
“Pernyataan Bupati Lotim jadi bola liar saat ini,” tegas Hadi Tamara, Kamis (25/3).
Menurutnya, sebelum mengeluarkan pernyataan ke publik, seorang kepala daerah harus mempertimbangkan dampaknya. Ia menilai Bupati tidak cukup hanya menerima laporan dari dinas terkait atau meninjau satu-dua agen LPG untuk kemudian menyimpulkan stok aman.
“Kita lihat tanggapan netizen di media sosial, pernyataan Bupati jadi sasaran tembak karena dianggap memberikan pernyataan bohong tanpa melihat realita di lapangan,” ujarnya.
Hadi meminta Bupati Lotim mencabut pernyataan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.
“Pernyataan Bupati itu bukan mengademkan malah memperkeruh suasana di tengah-tengah masyarakat Lotim,” tandasnya.
Sebelumnya, Bupati Lotim menegaskan bahwa LPG 3 kilogram tidak langka dan stok aman. Ia juga menyebut tidak ditemukan harga LPG yang jauh di atas harga eceran tertinggi (HET).
“Masyarakat sedikit kesulitan mendapatkan LPG 3 kg merupakan imbas dari kebutuhan dan penggunaan yang meningkat selama Ramadan dan jelang Idul Fitri,” tegas Iron, Rabu (24/3).
Bupati meminta masyarakat segera melaporkan jika menemukan penjual yang menaikkan harga di atas HET.
“Laporkan segera kalau ada yang menaikkan harga LPG 3 kg,” pintanya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Lotim, H. Hadi Fathurahman. Ia menegaskan stok LPG di Lotim dalam kondisi aman.
“Hasil sidak stok LPG aman dan tidak ada lonjakan harga,” terangnya.
Ia menambahkan, distribusi LPG dilakukan melalui jalur resmi dari agen ke pangkalan hingga konsumen, dengan kepastian bahwa pangkalan resmi menjual sesuai HET. Pertamina disebut telah mendrop reguler 35.000 tabung ditambah extra dropping 17.000 tabung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (NTBPost/Rizal.)

تعليقات0