Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

Tim Cegah Satgaswil NTB Gelar Kegiatan Pencegahan Faham IRET di SMA Negeri 1 Lembar

Cegah Faham IRET, Pemerintah Diminta Lebih Serius

LOMBOK BARAT, NTBPOST.COM — Tim Cegah Satgaswil NTB menggelar kegiatan sosialisasi kebangsaan (sosbang) di SMA Negeri 1 Lembar, Senin (2/2), dengan fokus pencegahan faham IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstrimisme, dan Terorisme).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya paham IRET agar tidak ada yang terpapar. Tim menekankan bahwa penyebaran paham tersebut tidak hanya melalui tatap muka, tetapi juga lewat media sosial dan game online, yang dapat berdampak negatif terhadap masa depan generasi muda.

Dalam pemaparan, Tim Satgaswil NTB mengingatkan siswa untuk bijak bermedia sosial, menjauhi bullying, dan menghindari perilaku intoleran yang bisa menjadi pintu masuk ke radikalisme. Kepala SMAN 1 Lembar, H. Suryadi, menyampaikan terima kasih atas edukasi yang diberikan, seraya berharap kegiatan ini mampu mencegah berkembangnya paham IRET di lingkungan sekolah.

Namun, kegiatan sosbang ini sekaligus menyoroti lemahnya sistem pencegahan yang lebih luas. Fakta bahwa paham IRET bisa menyusup melalui media sosial dan game online menunjukkan bahwa pemerintah belum memiliki strategi komprehensif di ranah digital. Edukasi di sekolah memang penting, tetapi tanpa regulasi tegas, pengawasan konten daring, dan keterlibatan masyarakat, upaya ini hanya akan menjadi seremonial.

Generasi muda NTB membutuhkan perlindungan nyata dari arus intoleransi dan radikalisme. Pemerintah daerah bersama aparat harus berani melangkah lebih jauh: memperkuat literasi digital, menyediakan ruang aman bagi siswa untuk berdiskusi, dan menindak tegas penyebaran konten berbahaya. Tanpa langkah konkret, sosbang hanya akan menjadi agenda rutin yang tidak mampu menghentikan laju infiltrasi paham IRET di tengah masyarakat.

(NTBPost/red.)

تعليقات0

Type above and press Enter to search.