Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

Nilai Tukar Petani NTB Turun, Produksi Padi Naik 17 Persen

BPS: jagung alami penurunan, padi meningkat berkat dukungan pemerintah

MATARAM, NTBPOST.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat merilis data terbaru terkait perkembangan sektor pertanian pada Senin (2/2/2026). Ketua Tim Statistik Harga BPS NTB, Ir. Muhammad Ahyar, menyampaikan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) Januari 2026 mengalami penurunan, sementara produksi padi tahun 2025 justru meningkat signifikan.

Nilai Tukar Petani

NTP Januari 2026 tercatat sebesar 130,31 atau turun 2,86 persen dibanding bulan sebelumnya. Penurunan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) turun lebih dalam sebesar 2,92 persen dibanding indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang hanya turun 0,06 persen.

Meski demikian, NTP masih bernilai di atas 100 pada lima subsektor, yaitu tanaman pangan (122,08), hortikultura (237,96), perkebunan rakyat (103,06), peternakan (112,74), dan perikanan (109,16).

“Penurunan NTP disebabkan oleh turunnya harga gabah, bawang merah, cabai rawit, jagung, dan cabai merah. Faktor cuaca yang kurang mendukung membuat kadar air tinggi sehingga pengeringan tidak maksimal dan harga jual gabah turun,” jelas Ahyar.

Produksi Padi

Luas panen padi NTB tahun 2025 mencapai 322,90 ribu hektare, naik 14,62 persen dibanding tahun sebelumnya. Produksi padi meningkat menjadi 1,71 juta ton gabah kering giling (GKG), naik 17,56 persen dibanding 2024.

“Peningkatan produksi padi didorong oleh bantuan pompa air, pupuk, penggunaan varietas benih unggul, serta kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen yang lebih tinggi menjadi Rp6.500 per kilogram,” ungkap Ahyar.

Produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 973,14 ribu ton, naik 17,56 persen dibanding tahun sebelumnya.

Produksi Jagung

Sebaliknya, produksi jagung pipilan kering NTB tahun 2025 mengalami penurunan. Luas panen jagung turun menjadi 173,09 ribu hektare, berkurang 672 hektare dibanding 2024. Produksi jagung tercatat 1,18 juta ton, turun 2,86 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Penurunan produksi jagung terjadi karena sebagian lahan dialihkan untuk menanam padi, serta curah hujan tinggi yang membuat tanaman jagung tidak optimal,” tambah Ahyar.

Tren Pertanian NTB

Data ini menunjukkan bahwa sektor pertanian NTB menghadapi dinamika berbeda. Produksi padi meningkat signifikan berkat dukungan pemerintah dan kondisi lahan, sementara jagung mengalami penurunan akibat faktor cuaca dan alih fungsi lahan.

(NTBPost/red.)

تعليقات0

Type above and press Enter to search.