Gpd8TfAlBUYoTfM6TUAlTUAlTA==

Mobil Mewah Pajero Jadi Sorotan, Mantan Kejari Lotim Diduga Terima Gratifikasi

ALPA Lotim Desak KPK Usut Dugaan Gratifikasi

Aliansi Pemuda dan Aktivis (ALPA) Lombok Timur aksi damai di depan kantor Kejaksaan Negeri Lombok Timur. Foto: NTBPost/Rz.

LOMBOK TIMUR, NTBPOST.COM — Puluhan aktivis dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Aktivis (ALPA) Lotim menggelar aksi damai di depan kantor Kejaksaan Negeri Lombok Timur, Selasa (3/2). Mereka menyoroti dugaan gratifikasi mobil mewah Pajero yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dengan mantan Kepala Kejari Lotim.  

Koordinator aksi, Hadi Tamara, dalam orasinya menyebut dugaan gratifikasi ini mencoreng nama baik korps Adhyaksa.  

“Kami menduga ada gratifikasi mobil mewah antara Pemkab Lotim dengan oknum mantan Kejari Lotim,” ujarnya.  

“Kalau benar terjadi, alangkah tercorengnya nama baik kejaksaan,” tambahnya.  

Massa aksi mengapresiasi kinerja Kejari Lotim dalam mengungkap kasus korupsi, namun menilai dugaan gratifikasi ini berpotensi merusak kepercayaan publik.  

“Kita akan bersurat ke Kejati, Kejagung, dan KPK untuk mengusut kasus tersebut,” tegas Hadi Tamara.  

Aksi berlangsung damai dengan pengawalan aparat kepolisian. Kedatangan massa diterima Kasi Intelijen Kejari Lotim, Ugik R, bersama Kasi Pidana Khusus. Dalam penjelasannya, pihak Kejari menegaskan tidak ada pemberian mobil di lingkungan institusi.  

“Kalau gratifikasi saya pastikan tidak ada. Tapi memang ada pinjam pakai mobil Fortuner dari Pemkab Lotim untuk operasional Kejari,” jelasnya.  

Saat ditanya mengenai dugaan pemberian mobil ke oknum mantan Kejari Lotim, Kasi Intelijen menegaskan hal itu tidak terkait institusi, melainkan mengarah ke pribadi.  

“Kalau ada oknum yang melakukan, silakan laporkan saja,” katanya.  

Dugaan gratifikasi ini menjadi ujian serius bagi integritas kejaksaan di daerah. Transparansi dan akuntabilitas harus ditegakkan, bukan sekadar klarifikasi normatif. Publik menunggu langkah tegas Kejati NTB, Kejagung, dan KPK untuk memastikan bahwa korps Adhyaksa tidak tercoreng oleh praktik gratifikasi yang merusak kepercayaan masyarakat.  

(NTBPost/Rz.)  

تعليقات0

Type above and press Enter to search.