Tangani pasien dekompresi dengan terapi intensif multidisiplin

ICU Hyperbaric Chamber RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram
MATARAM, NTBPOST.COM — RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan unggulan melalui ICU Hyperbaric Chamber, yang saat ini menjadi satu-satunya fasilitas ICU Hyperbaric di wilayah Indonesia bagian timur.

Layanan ini kembali dimanfaatkan dalam penanganan pasien kedua dari ruang Intensive Care Unit (ICU) dengan kondisi serius akibat dekompresi. Pasien asal Sekotong tersebut mengalami sumbatan pada tulang belakang yang mengakibatkan kelumpuhan pada ekstremitas atas dan bawah, serta gangguan pada pusat pernapasan.

Pasien kini menjalani terapi Hyperbaric Chamber dengan durasi sekitar 1,5 hingga 2 jam setiap sesi, disertai pemantauan dan evaluasi intensif oleh tim medis. Penanganan dilakukan secara kolaboratif oleh tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis kedokteran kelautan, dokter anestesi, dokter saraf, dokter bedah, dokter paru, residen kedokteran kelautan, serta perawat ICU.

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan, dr. Hj. Eka Nurhayati, Sp.OG, menjelaskan panjang lebar mengenai pentingnya layanan ini bagi masyarakat NTB dan kawasan timur Indonesia. Ia menekankan bahwa kehadiran ICU Hyperbaric Chamber bukan hanya sekadar fasilitas tambahan, melainkan bagian dari strategi peningkatan mutu layanan rumah sakit. 

“ICU Hyperbaric Chamber ini kami hadirkan sebagai layanan unggulan, dan saat ini menjadi satu-satunya fasilitas ICU Hyperbaric di Indonesia bagian timur,” ujarnya, melalui keterangan tertulis pada akun media sosial RS. Ruslan. Sabtu (04/04).

Lebih jauh, dr. Eka menegaskan bahwa terapi ini memiliki peran vital dalam penanganan kasus dekompresi yang sering dialami masyarakat pesisir, khususnya para nelayan penyelam tradisional.

  “Terapi ini sangat penting untuk pasien dengan kondisi dekompresi, karena mampu membantu pemulihan fungsi saraf dan pernapasan secara bertahap,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa manfaat layanan ini tidak terbatas pada kasus dekompresi saja. Menurutnya, Hyperbaric Chamber dapat digunakan untuk berbagai kondisi medis lain yang membutuhkan terapi oksigen bertekanan tinggi. 

“Selain kasus dekompresi, layanan ini juga dapat dimanfaatkan untuk kondisi medis lain seperti emboli gas, infeksi bakteri anaerob, keracunan gas, serta infeksi kronis tertentu yang membutuhkan terapi penunjang,” tambahnya.

Kehadiran layanan ini menjadi langkah strategis RSUD H. Moh. Ruslan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Indonesia bagian timur. Semoga dengan penanganan yang optimal, pasien dapat menunjukkan perkembangan yang baik dan segera pulih secara bertahap. (NTBPost/Red.)