Penarikan mahasiswa ditutup dengan pesan penting tentang adab guru di era digital  

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram
LOMBOK TIMUR, NTBPOST.COM — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram resmi melaksanakan kegiatan Penarikan Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan Pembelajaran (PPLP) Tahun Akademik 2025/2026 di Yayasan Pondok Pesantren Ruwaq Al-Azhar Asy-Syarif, Selasa (10/2/2026).  


Kegiatan yang berlangsung sejak 10 November 2025 hingga 10 Februari 2026 ini ditutup di Ruang Rapat MA IC Ruwaq Al-Azhar Asy-Syarif NW Pandan Duri. Penarikan mahasiswa menandai berakhirnya masa praktik selama tiga bulan.  

Acara diawali dengan pembacaan Fatihah-fatihah dan Shalatunnahdlatain, tradisi khas Nahdlatul Wathan yang diwariskan oleh Almaghfurulahu Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Tradisi ini menjadi landasan spiritual yang mengiringi seluruh kegiatan akademik di lingkungan UNW.  

Ketua Panitia sekaligus perwakilan mahasiswa, Ziad Sani, menyampaikan laporan pelaksanaan PPLP serta refleksi pengalaman mahasiswa selama praktik. Ia menekankan bahwa kegiatan ini memberi kesempatan mahasiswa untuk mengasah keterampilan pedagogik sekaligus beradaptasi dengan kultur madrasah.  

Acara penarikan dihadiri mantan Kepala MA IC Ruwaq Al-Azhar Asy-Syarif, Ustaz Muhammad Safi’i, Q.H., S.Pd., serta Kepala MA IC yang sedang menjabat, Ustaz Ahyar Rasidi, Q.H., S.Pd.I., bersama jajaran guru pamong dan dewan guru. Ustaz Muhammad Safi’i menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa PPLP. "Kehadiran mahasiswa PPLP tidak hanya memberi pengalaman praktik pedagogik, tetapi juga memperkaya atmosfer akademik serta memperkuat proses pembelajaran di madrasah," ujarnya.  

Sementara itu, Ustaz Ahyar Rasidi menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan UNW Mataram. "Kami berharap kerja sama kelembagaan antara madrasah dan UNW Mataram dapat terus terjalin dan dikembangkan secara berkelanjutan," katanya.  

Atas nama FKIP UNW Mataram, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Muhammad Rajabul Gufron, S.Pd., M.A., secara resmi menarik kembali sembilan mahasiswa PPLP dari lima program studi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tantangan profesi guru di masa depan semakin kompleks seiring perkembangan abad digital dan pesatnya kecerdasan buatan (AI). "Guru tidak hanya berperan sebagai agen transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pendidik yang menempa adab dan perilaku peserta didik. Dengan adab dan akhlaq itulah manusia akan tetap memiliki keunggulan dibandingkan kecerdasan buatan," tegasnya.  

Ia menambahkan, profesi guru adalah peran strategis yang mampu menghadirkan ketenangan jiwa. "Aktivitas mengajar ibarat dopamin yang membangkitkan semangat, dedikasi, serta kebahagiaan dalam pengabdian di dunia pendidikan," ujarnya.  

Dengan berakhirnya kegiatan penarikan ini, seluruh rangkaian pelaksanaan PPLP FKIP UNW Mataram Tahun Akademik 2025/2026 di MA IC Ruwaq Al-Azhar Asy-Syarif NW Pandan Duri resmi dinyatakan selesai.  (NTBPost/Red.)